Kapasitas Peti Kemas di Kawasan Timur Indonesia Naik 188%

0
961
Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mendampingi Menteri BUMN, Rini M. Soemarno meresmikan 16 Proyek Strategis Nasional di Pelabuhan laut Kota Jayapura
Caption: Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mendampingi Menteri BUMN, Rini M. Soemarno meresmikan 16 Proyek Strategis Nasional di Pelabuhan laut Kota Jayapura, Jumat (24/8/2018). Foto: Piet Balubun / PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – PT Pelindo IV telah membangun 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengantisipasi terjadi peningkatan kapasitas peti kemas di Kawasan Timur Indonesia yang sangat cepat naik 188% dari 700 ribu TEUs per tahun menjadi 2 juta TEUs per tahun.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mengatakan 16  proyek strategis nasional ini akan meningkat perekonomian nasional sekitar 50% hingga 500% atau 5 kali lipat.

“Jadi, setiap tahun aktivitas di Pelabuhan Jayapura mengalami peningkatan sebesar 14%, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung peningkatan tersebut, terutama kebutuhan aktivitas petikemas di pelabuhan paling timur di Indonesia ini,” kata Dirut PT Pelindo IV, Doso Agung saat peremian 16 proyek strategis nasiona di Pelabuhan Kota Jayapura, Jumat (24/8/2018).

Dikatakan, investasi yang dilakukan Pelindo IV, bisa menurunkan Berth Occupancy Ratio (BOR) atau rasio penggunaan dermaga terhadap kunjungan kapal diman semakin tinggi BOR, semakin padat dermaga dan waktu tunggu kapal juga semakin lama.

Untuk wilayah Papua, di Pelabuhan Jayapura, pihaknya membangun dermaga penumpang 100 meter dan replacement dermaga 150 meter dengan kapasitas 200.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 90.000 TEUs per tahun dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 165 miliar.

Selain itu, investasi 2 unit RTG dari 15 box per jam menjadi 25 box per jam, dengan penyerapan anggaran senilai Rp 34 miliar. Serta investasi 2 unit container crane senilai Rp 100 miliar.

Pelabuhan Merauke, Pelindo IV membenamkan investasi sebesar Rp 76 miliar untuk pembangunan dermaga petikemas 75 meter dan pondasi fixed crane dengan kapasitas 100.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun.

Juga investasi alat, yaitu 2 unit fixed crane senilai Rp 25 miliar dengan kapasitas 18 box per jam, dari sebelumnya hanya 5 box per jam.

Sementara Pelabuhan Biak, Pelindo IV menanam investasi sebesar Rp 87 miliar untuk membangun dermaga penumpang 142 meter. Dengan investasi ini, kapal yang sandar dulunya hanya bisa ukuran 3.000 GT, sekarang bisa dengan ukuran 14.000 GT.

Untuk Pelabuhan Sorong, Pelindo IV membangun kantor cabang dengan investasi sebesar Rp 23 miliar. Melalui investasi ini, kantor cabang yang sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 50 orang, kini bisa didiami sebanyak 150 orang.

Juga ada pembangunan dermaga petikemas segmen B 143 meter, yang menyerap anggaran sebesar Rp 192 miliar dengan kapasitas kini menjadi 300.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 50.000 TEUs per tahun.

Pelabuhan Manokwari, investasi yang dilakukan adalah pembangunan dermaga petikemas 75 meter senilai Rp 46,2 miliar dengan kapasitas yang meningkat jadi 100.000 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun.

Juga investasi 2 unit fixed crane senilai Rp 40 miliar berkapasitas 18 box per jam dari sebelumnya hanya 5 box per jam.

“Jadi, secara keseluruhan, setelah proses pembangunan selesai, total kapasitas peti kemas di Kawasan Timur Indonesia  naik 188% dari 700 ribu TEUs per tahun menjadi 2 juta TEUs per tahun,” jelas Doso Agung. [piet/loy]