Nilai Kontrak Fisik Proyek GEL Papua Rp 70 Miliar

0
1389
Caption: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Girius One Yoman, S.Pd.,M.Si. Foto: Piet Balubun / PapuaSatu.com
Caption: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Girius One Yoman, S.Pd.,M.Si. Foto: Piet Balubun / PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Girius One Yoman, S.Pd.,M.Si mengatakan pekerjaan fisik dari proyek penunjukan langsung bagi pengusaha GEL Papua segera dilakukan kontrak pada hari Jumat (5/10/2018).

“Jadi, besok (Jumat, red) kita kontrak kerja fisik proyek Gel  bagi pengusaha asli Papua sudah aman. Kontrak perencanaan sudah selesai, sehingga kita dorong penandatangan kontrak  Sebab pekerjaan ini yang sudah ditunggu-tunggu pengusaha asli Papua,” kata Kadis PUPR Papua, Girius One Yoman saat ditemui  wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/10/2018).

Menurut Girius, penandatangan kontrak perencanaan GEL dengan pihak konsultan telah selesai dan telah diinstruksikan untuk segera dilakukan penandatangan kontrak fisik GEL dengan pengusaha asli Papua.

“Setiap pengusaha orang asli Papua dipastikan mengerjakan Rp100 juta per paket, yang kemudian dibagi rata dari total pagu anggaran GEL senilai Rp70 miliar,” katanya.

Diharapkan pengusaha OAP yang mendapatkan kesempatan (pekerjaan, red), agar dapat menuntaskan kepercayaan yang diberikan secara maksimal.

“Jangan sampai ada yang menjual paket pekerjaan yang diberikan kepada pihak lain. Sebab tujuan kami memberikan pekerjaan kepada pengusaha OAP, bertujuan membina mereka supaya menjadi tuan diatas tanahnya sendiri,” jelas Yoman.

Kedepan Dinas PUPR menertibkan pengusaha GEL yang tidak bekerja maksimal, dimulai dari pemeriksaan dokumen sampai kepada hasil pekerjaan di lapangan.

“Solusinya dengan melakukan penertiban berkas, paling tidak dilihat pajak dan kelengkapan profil perusahaan, jika lengkap maka dapat dibina menjadi mitra Dinas PUPR,” ujar Girius Yoman.

Saat ini jumlah pengusaha GEL Papua kurang lebih 1000-an pengusaha, namun sebagian besar tidak memiliki berkas yang lengkap sehingga ditertibkan lagi.

“Kita harus rapikan karena yang datang mendaftar sebagai pengusaha GEL itu ada sekitar 1000-an orang sehingga tidak diakomodir pun salah,” katanya. [piet/loy]