Pemkab Jayapura Canangkan Pembangunan Jalan Baru Telaga Ria–Nendali–Yabaso

0
474
Caption : Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., saat memukul tifa sebagai pencanangan pembangunan jalan baru alternatif, yang disaksikan Kepala Distrik Sentani Timur Steven Ohee, S.IP, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, Kamis (31/1/2019) siang.
Caption : Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., saat memukul tifa sebagai pencanangan pembangunan jalan baru alternatif, yang disaksikan Kepala Distrik Sentani Timur Steven Ohee, S.IP, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, Kamis (31/1/2019) siang.

SENTANI, PapuaSatu.com – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, melakukan pencanangan pembangunan (groundbreaking) jalan baru alternatif dari Telaga Ria-Nendali-Yabaso di Kantor Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, pada Kamis (31/1/2019) kemarin siang.

Pencanangan ini diawali penandatanganan berita acara pemukulan Tifa sekaligus deklrasi perlindungan kawasan hutan Sagu sepanjang jalan baru tersebut.

Penandatanganan dan pemukulan Tifa disaksikan langsung oleh Kepala Distrik Sentani Timur Steven Ohee, S.IP, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si. dan sejumlah tokoh adat maupun tokoh agama yang ada di Sentani Timur.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, keberadaan jalan baru alternatif tersebut bakal memberikan andil yang cukup siginifikan dalam melayani pergerakkan manusia, barang dan jasa khsusunya di jalur Sentani Timur ke Kota Sentani dan di Kabupaten Jayapura secara keseluruhan.

Bupati Mathius mengakui bahwa konsekuensi dari pembangunan itu pasti ada pengorbanan-pengorbanan lain. “Siapapun dia itu sudah hukum alam yang berlaku dimana-mana tapi kita harus meminimalisir pengorbanan itu termasuk dusun Sagu,” katanya.

Namun jalan baru alternatif menurut Bupati Mathius, sangat penting karena dengan adanya pembangunan jalan tersebut agar masyarakat punya akses untuk berusaha maupun berkembang, baik itu di bidang pariwisata, ekonomi dan lain sebagainya.

Bupati Mathius menambahkan, pembangunan jalan baru alternatif ini untuk mendukung kelancaran pelaksanaan PON XX Tahun 2020 nanti. “Selain itu juga untuk melancarkan pelaksanaan PON 2020, maka kita upayakan pembangunan jalan baru ini,” bebernya.

Bupati Mathius juga menyebutkan, bahwa selama ini masalah utama dalam pembangunan infrastruktur adalah mengenai pembebasan lahan. Oleh karena itu proteksi terhadap hak-hak masyarakat adat harus lebih diutamakan.

“Kabupaten Jayapura selama lima tahun ini kita sudah bicara kebangkitan masyarakat adat. Yakni, mereka harus bangkit membangun dirinya sendiri, kerjasama dengan pemerintah untuk masa depan mereka. Jadi kita tidak pernah berhenti bicara akan hal itu,” tukasnya. [mi/loy]