Pimpinan OKP Minta DPP KNPI Turunkan Karateker KNPI Papua

55

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP/I) Provinsi Papua meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk menurunkan karateker ketua KNPI Papua.

Hal tersebut didasari karena pimpinan OKP tak setuju bila Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua bersatu dengan kelompok lain seperti yang diucapkan Ketua KNPI Papua, Albertho Gonzales Wanimbo (AGW) disalah satu media cetak beberapa waktu lalu.

“Kami minta DPP mengambil sikap tegas untuk menyelamatkan KNPI di Papua karena sikap AGW cukup mengkhawatirkan. Maka kami minta ketua umum bisa segera mengambil sikap bahkan jika perlu menunjuk karateker Ketua KNPI Papua,” kata Gifli saat jumpa pers bersama Pimpinan OKP/I, Kamis (18/8/2022).

Menurutnya, apa yang dilakukan AGW dinilai mencederai pimpinan-pimpinan OKP. “Kami selaku pimpinan OKP menganggap ini mencederai kami yang telah memberikan pengesahan kepada Albert Wanimbo sebab sebagai ketua terpilih KNPI Papua,” tandasnya.

Adapun beberapa permintaan yang disampaikan oleh pimpinan-pimpinan OKP/I yakni AGW segera mengklarifikasi pemberitaan tersebut.

Kedua, tim formatur KNPI Papua harusnya sudah dipersiapkan segala sesuatu termasuk pengurus karena sudah lebih dari 6 bulan berlalu usai dari Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Papua namun hingga saat ini struktur dan persiapan tersebut tidak terlihat.

“Seharusnya hanya sekitar 2 minggu tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda dan melebihi waktu yang ditetapkan dalam Musda. Artinya ada penyimpangan yang dilakukan AGW, sehingga kami pimpinan OKP/I menyatakan sikap untuk menyampaikan mosi tak percaya sebab sikap dan tindakan AGW sudah menyimpang,” ujar Gifli.

Pihaknya juga minta pemerintah Provinsi Papua untuk memblokir rekening KNPI Papua mengingat tidak pernah ada lagi kegiatan, terlebih lagi dalam pemberitaan di media cetak beberapa waktu lalu ada pernyataan sikap. “Kami tidak tahu pernyataan apa yang dibuat dan ingat itu uang rakyat yang dialokasikan untuk pemuda dan kami adalah representasi dari pemuda. Kalau bisa rekening itu diblokir saja dan DPP mengambil sikap tegas. Lalu disini tak ada maksud pribadi dengan AGW tapi semata-mata untuk menyelamatkan KNPI,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan AGW agar bila mau mengambil langkah-langkah tertentu tentu harus melalui mekanisme organisasi yang benar. “Setidaknya AGW memanggil pimpinan OKP dan mengajak bicara terkait dinamika yang muncul, tetapi tiba-tiba kemudian ada berita yang keluar yang menyatakan sikap bahwa ia telah bergabung dan ini mencederai kami semua,” tutur Gifli.

Sementara itu, Sekjend Forum Masirei, Rando Rudamaga menjelaskan, apabila peleburan KNPI Papua dilakukan, harusnya 97 OKP yang mengesahkan Musda dilibatkan karena dari suara OKP, AGW dapat terpilih.

“Kami berharap, AGW segera mengklarifikasi kepada kami selambat-lambatnya pada hari yang sudah kami tentukan yaitu hari Jum’at (19/08/2022). Apabila tidak dijelaskan, maka kami akan bersurat ke KNPI Pusat untuk segera menunjuk karateker DPD KNPI Papua untuk melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub),” tukasnya. [ayu]