Usai Deklarasi, Pasangan Markum-Malen Yakin Pilkada Keerom 80 Persen Menang

0
250

KEEROM, PapuaSatu.com – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, Muh Markum-Malensius Musui menyatakan siap memanangkan pilkada di kabuapten Keera diatas 80 persen.

“Dengan kekuatan penuh dari 8 parpol ini kami sangat yakin bahwa pilkada Keerom akan kami menangkan diatas 80 persen. Karena begitu besar antusiasme masyarakat yang mengantar kami dalam pilkada untuk mendaftar di KPU Keerom ini,” ujar Balon Bupati Muh Markum kepada awak media usai deklarasi, Sabtu (06/09/2020) malam.

Markum yang masih menjabat Bupati Keerom ini menyampaikan bahwa selain delapn kekuatan parpol yang memberikan dukungan, juga satu partai politik non seat yang siap ikut memenangkan pasangan MAMA yakni, partai PSI.

“Saya sangat berterima kasih dan kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak khususnya masyarakat Kabupaten Keerom karena tinggal selangkah lagi,” ungkapnya.

Menurut Markum, hal yang mendasari dirinya mencalonkan diri kembali karena ada beberapa pekerjaan yang masih belum selesai seperti, pembangunan infrastuktur, kemasyarakatan dan pemerintahan yang belum selesai.

“Banyak visi misi antara saya dan alm. Bupatu Watai yang belum terselesaikan. Jadi saya mau melanjutkan visi misi tersebut bersama saudara calon Wakil Bupati Malen untuk memimpin ke depannya,” jelas Markum.

Sementara itu, Bakal Calon Wakil Bupati Keerom, Malensius Musui menyebutkan bahwa dirinya maju mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Keera karena melihat dari Visi Bupati Markum dan alm. Bupati Watae masih belum terselesaikan.

Oleh karena itu, Malensius Musui yang merupakan putra asli Wambi ini akan maju untuk melanjutkan Visi Misi tersebut. “Visi misi kami sama dan akan kami lanjutkan,” ujar.

Malensius menegaskan, bahwa sebagai anak asli Keerom ingin membangun Keerom tanpa adanya perbedaan antara masyarakat asli dan transmigran. “Jangan ada perbedaan karena muka Jawa Irian, kita semua ada disini sehingga saya mengajak untuk satukan hati,” tukasnya.

Dikatakan, Bupati Markum sudah 37 tahun sebagai warga Keerom bukan lagi orang Jawa. “Itu yang mau saya sampaikan. Mari kita bersama-sama bangun keerom dengan baik jangan ada perbedaan. Saya hadir dan dampingi Bupati Markum karena ada hak kalian (masyarakat) disitu. Jangan ada kotak-kotak didalam masyarakat,” tukasnya. [ayu]