Temui Komisi V DPR Papua, Guru SMA N 4 Arso Sampaikan 3 Aspirasi

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Para guru dari SMA Negeri 4 Arso, Distrik Tami, Kabupaten Keerom, menemui Komisi V DPR Papua di ruang rapat komisi V, Senin (25/10/21) sore. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan beberapa aspirasi terkait permasalah pembangunan dan pengembangan sekolah.

Salah seorang guru di SMA N 4 Arso, Arifiah Djaelami katakan, permasalahan pertama yaitu kekurangan tenaga guru dan fasilitas pendidikan. “Kami belum punya perpustakaan, kami mau sekolah kami juga dibangun asrama untuk siswa. Karena jarak tempuh siswa dari tempat tinggal ke sekolah sangat jauh,” katanya.

Selain itu, Arifiah juga meminta agar dibangun rumah dinas untuk para guru di kawasan SMA N 4 Arso. “Karena sebagian besar teman-teman guru juga tinggal di kota, contohnya saya, saya itu tinggalnya di arso 3. Saya ke sekolah itu membutuhkan 1 jam 30 menit apalagi sekarang kondisi jalan sedang rusak,” terang guru sejarah tersebut.

Tak hanya itu, bila dibangun perumahan dinas untuk para guru di kawasan SMA N 4 Arso, sekolah dapat jauh lebih aman. “Potensi fasilitas sekolah dirusak atau hilang juga kecil,” sambungnya.

Ia juga meminta perhatian pemerintah untuk membantu untuk mengikuti karya ilmiah atau mengembangkan diri. “Beberapa kali saya ikut karya ilmiah tapi selalu pakai dana sendiri, padahal karya-karya ilmiah yang saya angkat itu tentang budaya-budaya setempat. Saya sudah ajukan ke dinas yang bersangkutan, mudah-mudahan ada jawaban,” tukas Arifiah.

Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy menerima aspirasi yang disampaikan dan diserahkan dalam bentuk tertulis.

“Aspirasi para guru dari SMA N 4 Arso sudah kami dengar dan terima. Ini hal-hal yang perlu kami tindaklanjuti ke dinas terkait,” ujarnya.

Ia berharap, dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua dapat memberi perhatian lebih lanjut. “Kami akan adakan pertemuan dengan dinas pendidikan pada hari rabu (27/10/21), nanti akan kami sampaikan kepada mereka saat pertemuan,” tutup Jack. [ayu]