13 Kepala Suku Pegunungan Tengah Nyatakan Sikap Dukung Pasangan Markum-Malen

349
Caption : Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah di Kabupaten Keerom, Simon Kossay bersama Kepala Suku Lainnya, saat menyampaikan pernyataan sikap dukungan kepada pasangan Markum-Malen (MAMA) di sekretariat Koalisi Sehati, Kamis (24/09/2020).
Caption : Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah di Kabupaten Keerom, Simon Kossay bersama Kepala Suku Lainnya, saat menyampaikan pernyataan sikap dukungan kepada pasangan Markum-Malen (MAMA) di sekretariat Koalisi Sehati, Kamis (24/09/2020).

KEEROM, PapuaSatu.com – Sebanyak 13 Kepala Suku asal Pegunungan Tengah yang bermodisili di di Kabupaten Keerom, menyatakan sikap dukungan kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Keerom, Muh. Markum-Malensius Musui (MAMA) pada pilkada 2020.

Dukungan ini diawali pernyataan sikap yang disampaikan langsung oleh Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah di Kabupaten Keerom, Simon Kossay bersama kepala suku  Pegunungan Tengah lainnya di hadapan pasangan Markum-Malen (MAMA), di Sekretariat Koalisi Sehati, Arso II  Kabupaten Keerom-Papua, Kamis (24/09/2020).

“Hari ini, kami dari 13 Kepala Suku Pegunungan Tengah di Kabupaten Keerom bersatu dan siap bekerja untuk memenangkan pasangan MAMA pada pilkada serentak yang berlangsung pada tanggal, 9 Desember 2020 nanti,” tegas Simon Kossay di hadapan Calon Bupati, Markum didampingi partai pengusung.

Pasangan MAMA, menurut Simon Kossay, mengandung arti bagi pegunungan Tengah yang Artinya Alam. “Dengan adanya pasangan MAMA ini, maka menyambung dengan kami punya masyarakat. Alam akan bersatu mendukung Bapak Berdua (Markum-Malen) yang saat ini disingkat MAMA,” ucap Simon.

Dikatakan, pihaknya mewakili Kepala Suku Pegunungan Tengah tidak ikut campur bicara apa yang menjadi hak dan kewenangan orang Asli di Kabupaten Keerom. Namun ia merasa bangga dan bersyukur kepada orang tua dari Calon Wakil Bupati, Malensius Musui  yang sudah diangkat menjadi anaknya.

“Saya dibesarkan dari orang tua pak Malensius Musui. Itulah sebabnya kami tidak lupa sehingga kami memberikan dukungan. Kami akan bergandengan tangan untuk memenangkan bapak berdua. Silahkan partai mendukung, tapi kami dari masyarakat tidak ke lain hati,  kami tidak butuh baliho tapi kami minta Posko ada di masing-masing rumah Kepala Suku yang ada sekarang ini,” tukasnya.

Simon menegaskan bahwa sekali keluar dari satu Honai maka tidak akan lagi mundur. “Kami maju apapun ceritanya. Pasangan MAMA harus menang. Kami harus kuat, dan komitmen itu harus kami lakukan,” tegasnya.

Simon kembali menegaskan, bahwa pernyataan dukungan yang diberikan kepada pasangan MAMA karena kedua tokoh tersebut telah memiliki integritas, profesionalitas dalam menjalankan roda pemerintahan. Apalagi pasangan MAMA sudah memiliki gelar S2.

“Kami tidak ragu lagi, karena mereka berdua cukup mampu menunjang pembangunan, dan pengembangan SDM tanpa memilih dari masyarakat mana. Jadi, kami tidak ragu lagi kepada mereka berdua (pasangan MAMA),” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Simon Kossay berpesan jika pasangan MAMA duduk di kursi nomor satu Pemerintah Kabupaten Keerom harus ada pemekaran. “Kedua, kami minta kepada pak Bupati agar dalam waktu dekat kami masyarakat dari Pegunungan dikukuhkan, sehingga setiap aspirasi yang kami sampaikan dapat ditangani,” ujarnya.

Usai penyampaian pernyataan sikap, Simon menegaskan bahwa apa yang sudah diberikan dukungan kepada pasangan MAMA merupakan dukungan Harga Mati. “Tidak ada yang bisa ganggu gugat, kami maju demi pasangan MAMA,” pungkasnya.

Sementara  Calon Bupati, Muh Markum mengatakan,  secara resmi menerima persnyataan sikap dukungan dari 13 Kepala Suku Pegunungan Tengah. “Ini adalah kado terindah bagi kami pasangan Markum-Malen (MAMA) untuk bertarung pada pilkada 2020. Karena ini berkat kita semua atas doa kita semua sehingga mendapat rido dari tuhan yang maha kuasa,” katanya.

Markum menyampaikan ucapan terimakasih karena sudah bisa menyatukan masyarakat di 13 Kabupaten wilayah Pegunungan Tengah, yang ada di Kabupaten Keerom. “Hari ini sudah duduk bersama dan sekarang menyusun strategi  kemenangan pasangan MAMA pada pilkada 2020,” ujarnya.

Oleh karena itu, Markum berharap kepada masyarakat yang sudah menyatakan dukungan agar mengawal proses pilkada ke depan dengan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan yang sudah diatur  oleh Pemeritah pusat,  Provinsi sampai ke tingkat Kabupaten. [ayu]