Jumlah Covid-19 di Kabupaten Keerom Bertambah, Bupati Keerom : Solusi Terbaik Mencegah Covid-19 Harus di Mulai Dari Keluarga

437
Caption Foto : Bupati Keerom, Muh Markum bersama beberapa OPD dan Kepala Kampung, saat berkunjung ke Kampung Yummai untuk mensosialisasikan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat, pada Rabu (15/04/2020.
Caption Foto : Bupati Keerom, Muh Markum bersama beberapa OPD dan Kepala Kampung, saat berkunjung ke Kampung Yummai untuk mensosialisasikan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat, pada Rabu (15/04/2020.

KEEROM, PapuaSatu.com – Bertambahnya jumlah Positif Covid-19 di Kabupaten Keerom menjadi empat orang, membuat Bupati Keerom Muh Markum untuk terus mendatangi warga untuk bersosialisasi untuk bersama-sama melawan dan memerangi pencegahan Covid-19 di daerah tersebut.

Sebab menurut orang nomor satu di Kabupaten Keerom ini, bahwa total Orang Dalam Pengawasan (ODP) sejak tanggal 15 hingga saat ini sudah mencapai 242 orang.

Sementara yang positif hingga saat ini sudah mencapai 4 orang. Daerah yang terjangkit Covid-19 ini diantaranya, Arso 7 atau Warbo sebanyak 1 orang,  Arso 9 sebanyak 2 orang, dan Arso 10 sebanyak 1 orang.

Salah satu untuk mencegah penyebaran Covid-19, Bupati Markum mengharapkan mengharapkan kepada seluruh warga di wilayah Kabupaten Keerom  untuk tetap tinggal di rumah.

“Ini salah satu solusi terbaik untuk menekan penyebaran virus corona yang dimulati dari tingkat keluarga. Apabila terpaksa membeli sesuatu keluar rumah, maka kita wajibkan untuk memakai masker,” harap Bupati Markum.

Bupati Markum mengingatkan kembali warga bahwa penyebaran Covid 19, tidak mengenal status sebagai pejabat, sebagai

OAP, sebagai Non OAP, suku, etnis, bangsa mana, budaya, pejabat tinggi negara sampai ke kabupaten bahkan siapapun tidak mengenal karena virus corona ini tidak bisa dilihat dengan kasat mata. “Makanya saya selalu mengharapkan agar kita mengutamakan  masker.  Cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik,” papar Bupati Markum.

Bupati pun mengajak agar menghindari pertemuan-pertemuan besar (Social Distancing) dan harus selalu menjaga jarak (Physical Distancing) minimal 1-2 meter.

“Ini salah satu pengendalian penyebaran covid 19 karena di Kabupaten Keerom ini 90 persen adalah petani, makanya kita mulai dari rumah, berdoa dan beribadah, belajar di rumah, bekerja dari rumah dan kita memperhatikan serta selalu konssiten pada Social Distancing dan Physical Distancing,” pungkasnya. [loy]