Keerom Masih Bebas Corona, Bupati: Kami Tetap Waspada

534
Bupati Keerom Muh. Markum bersama Kepala Dinas Kesehatan Keerom saat meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Keerom belum lama ini.
Bupati Keerom Muh. Markum bersama Kepala Dinas Kesehatan Keerom saat meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Keerom belum lama ini.

KEEROM, PapuaSatu.com  Penyebaran infeksi virus corona (Covid-19) semakin mengkhawatirkan dunia, termasuk di Papua. Virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Provinsi Hubei, China itu sudah menyebar luas sampai ke Eropa, Amerika, wilayah Afrika hingga ke Asia termasuk Indonesia, bahkan di Papua kini telah ada 9 pasien positif virus corona.

Melihat tingkat penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan membuat Pemerintah Provinsi Papua mengambil sejumlah langkah penanganan dan antisipasi agar virus yang telah menjangkit 1.528 orang di Indonesia ini tidak semakin berkembang. Begitu juga dengan Pemerintah Kabupaten Keerom, yang telah melakukan antisipasi penyebaran virus dengan sejumlah penanganan.

Menurut Bupati Keerom Muh. Markum pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak tanggal 15 Maret 2020. Meliburkan aktivitas perkantoran, sekolah dan membatasi kerumunan masyarakat adalah salah satu langkah yang telah dilakukan daerah yang berbatasan dengan Papua New Guinea ini.

“Kami juga terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih baik berada didalam rumah saja dan mengurangi aktvitas diluar. Setiap hari tim Gugus Tugas Covid 19 terus bergerak memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Bupati Keerom.

Hingga tanggal 31 Maret 2020, kata Bupati, daerah yang dipimpinnya masih terbebas dari virus corona. Dimana pihaknya sejauh ini tidak menemukan ada warga Keerom yang terinveksi virus corona, walaupun jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) mencapai 227 orang.

“Data terakhir yang saya terima hari ini jam 15.00 WIT Keerom belum teridentifikasi ada warga yang terjangkit virus corona. Tapi kami tidak lengah tapi tetap waspada, melalui berbagai penanganan pencegahan,” ujarnya.

Bupati memastikan pihaknya tidak akan berhenti untuk melakukan penyemprotan cairan desinfektan, pembagian masker dan sosialisasi kepada masyarakat agar virus yang telah memakan korban jiwa 136 orang di Indonesia ini tidak masuk di Kabupaten Keerom.

Bahkan sebagai langkah antisipasi jika ada pasien positif virus corona, Pemkab Keerom telah menyiapkan ruang perawatan khusus yang letaknya jauh dari pemukiman warga, untuk menghindari tingkat penyebaran yang lebih luas.

“Itu sebenarnya gedung workshop milik Dinas Pekerjaan Umum, tempatnya agak terpencil dari keramaian tapi aksesnya jalannya mudah dijangkau, lahan parkirnya juga cukup luas jadi kami siapkan disana. Tapi walau kami sudah siapkan, saya tetap berharap gedung itu tidak tidak digunakan sampai keadaan aman, yang artinya tidak ada pasien virus corona di Keerom,” beber Markum.

Disinggung terkait gejolak ekonomi yang terjadi karena pademi corona, Bupati memastikan hal itu tetap saja terjadi namun pihaknya akan mengambil langkah-langkah strategis untuk membantu masyarakat.

“Kami tetap lakukan yang terbaik sesuai instruksi Pemerintah Pusat maupun Provinsi Papua. Ekonomi tetap berpengaruh karena aktivitas dikurangi, tapi saya sudah perintahkan instansi terkait untuk segera mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi,” tutup Bupati. [alf]