Pulihkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemic Covid-19, Pemkab Keerom Tanam Jagung di Tanah Seluas 1.000 H

0
134
Caption : Bupati Kabupaten Keerom, Muhammad Markum, SH.,MH.,MM didampingi Ketua DPRD, Bambang Mujiono dan Ondoafi Kampung Arsopura saat melakukan penanaman jaging Hibrida secara simbolis di Kampung Arsopura, Distrik Skanto, Kamis (25/06/2020)
Caption : Bupati Kabupaten Keerom, Muhammad Markum, SH.,MH.,MM didampingi Ketua DPRD, Bambang Mujiono dan Ondoafi Kampung Arsopura saat melakukan penanaman jaging Hibrida secara simbolis di Kampung Arsopura, Distrik Skanto, Kamis (25/06/2020)

KEEROM, PapuaSatu.com Guna mendongkrak pemulihan ekonomi dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di tengah Pandemic Covid-19, pemerintah Kabupaten Keerom melakukan penanaman jagung di tanah seluas 1000 Hektar, pada Kamis (25/06/2020).

Penanaman jagung jenis Hibrida itu ditanam secara simbolis di Kampung Arsopura Distrik Skanto oleh Bupati Kabupaten Keerom, Muh Markum SH.MH.MM didampingi Ketua DPRD, Bambang Mujiono, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Ondoafi Arsopura, seluruh OPD, TNI-Polri dan seluruh masyarakat tani.

Bupati Kabupaten Keerom, Muh Markum SH.MH.MM mengatakan beberapa program ini telah dipikirkan oleh pemkab untuk penanggulangan dampak ekonomi yang dimulai dari penanaman jagung.

Selain jagung jenis Hibrida, kata Bupati, Pemkab Keerom juga menanam beberapa jenis tanaman yakni padi trisakti, umbi-umbian dan bawang merah.

“Itu bibit-bibit yang akan ditanam, masing-masing bibit akan ditanam di semua kampung yang ada dan melihat kontur tanah daerah sekitar. Kali ini di Skamto atau Arsopura dan sekitarnya, kami lakukan penanaman bibit jagung di tanah. Produktifitasnya itu bisa 7 ton dalam 1 hektar, hari ini akan kami uji semuanya,” ungkapnya.

Bupati Markum meminta agar tingkat produksinya diperhatikan agar ketahanan pangan di lahanan yang sudah disiapkan terus bergulir lancar dan proses bisa bertahap.

Sebab menurutnya, sudah ada yang bersedia menampung jagung di luar Papua, sehingga diharapkan adanya rutinitas penanaman jagung dari masyarakat tani. “harus dijaga dengan baik. Jangan cuma 1 kali lalu tidak produksi lagi,” minta Bupati Markum.

Bahkan, lanjut Bupati Markum, ke depannya akan mencoba mendistribusikan seribu straw semen beku untuk peternak sapi.

“Mudah-mudahan kami akan hadirkan straw semen beku. Selama ini kami diberi bamtuan dari Pemerintah Provinsi Papua bisa 1.000 hingga 3.000, tapi karena pandemic makanya pendistribusian terganggu, jadi saya akan mencoba distribusikan diawal bulan depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, Sunar, S.P menjelaskan pihaknya memperbantukan jagung hibrida 20kg, herbisida 5 liter untuk pra tanam dan setelah pra tanam akan dibantu lagi herbisida untuk penyiangan. Selanjutnya paket pupuk urea 50kg,” jelasnya.

Ia beberkan, penanaman jagung ini menjadi harapan besar karena jagung ini umur untuk dipanennya tidak memerlukan waktu lama.

“Kurang lebih 90 hari sudah bisa di panen. Selain itu, jagung juga merupakan komoditas yang ada standarisasi dari kementerian jadi tidak gampang busuk seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, jadi bisa awet. Untuk pasaran juga bisa merambah sampai keluar Papua sehingga produksi bisa laju dan ekonomi bisa pulih,” bebernya.

Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Bambang Mujiono, SE menyebutkan, Arso harus bisa menjadi pioner untuk mendongkrak pemulihan ekonomi.

“Ini launching awal penanaman jagung. Kita awali untuk menata hidup kita. Apalagi terhitung 1 Juli Pasar Youtefa tutup selama 1 minggu kedepan, ini bukan berarti kita berhenti berproduksi. Melalui program ini kami lakukan kerjasama untuk pengiriman ke luar Papua sehingga tidak mandek di Papua saja. Dengan pengiriman ini, kami harap dapat membawa angin segar buat petani kita. Bukan petani tidak mau menanam, jangan smpe tanam akan tetapi tidak laku-laku. Kita harus bekerjasama. Petani menanam, kita pemerintah dan dewan bertinxak sebagai marketing. Karena kalau hanya andalakan pasar, susah. Hari ini kita bisa menanam seribu hektar tapi kalau tidak ada mekanisme baik, tidak bisa berlanjut,” tutupnya. [ayu]