
“Kalau Papua dikatakan Miskin Abslout, maka bisa menjadi pertanyaan berarti selama lima tahun pimpin Papua mereka tidak bikin apa-apa, bagaimana bisa seorang mantan Gubernur menyatakan Papua Miskin Absolut” kata Habel Melkias Suwae.
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Calon wakil Gubernur Papua nomor urut 2, Habel Melkias Suwae menegaskan, pernyataan seorang Lukas Enembe yang notabene seorang mantan Gubernur Papua tetang orang Papua Miskin Absolut adalah sebuah pernyataan yang sangat keliru.
“Bagi saya, pernyataan Lukas Enembe di debat publik beberapa waktu tentang Papua Miskin Absolute adalah sebuah penyataan yang sangat keliru” kata HMS ketika melakukan kampanye di Bupul 7 Distrik Eligobal Merauke, Kamis (03/05/2018).
Menurutnya, Kemiskinan absolut itu terjadi apabila pemerintah mampu mensejahterakan rakyatnya karena terbatas Sumber daya alam dan sumberdaya Manusianya, sedang kemiskinan relatif itu kondisi dimana pemerintah belum mampu menjangkau seluruh wilayah dan rakyatnya sehingga terjadi ketimpangan yang sangat lebar dalam sebuah aspek pembangunan.
“Kalo kita bicara kemiskinan di Papua, maka itu kemiskinan relatif, bukan absolut, karena SDA, SDM Papua ada, hanya jangkauan layanan pemerintah belum menyetuh seluruh wilaya di Papua,” tegas HMS dala rilis Tim pemenangan Josua yang diterima PapuaSatu.com belum lama ini.
“Kalau Papua dikatakan Papua Miskin Abslout, maka bisa menjadi pertanyaan berarti selama lima tahun pimpin Papua mereka tidak bikin apa-apa, sampai seorang mantan Gubernur menyatakan Papua Miskin Absolut itu bagaimana?” kata matan Bupati Kabupaten Jayapura yang menjabat selama dua periode.
Menurut HMS di Papua sumberdaya alam melimpah, sumberdaya alam juga sudah ada tinggal bagaimana pemerintah melakukan pembangunan secara merata dan menyeluruh maka secara pasti masyarakat tidak lagi miskin.
“Sumber daya alam ada, misalnya di Biak ikan melimpah di Merauke Karet melimpah tapi masyarakat tidak tau harus pasarkan kemana, itu yang menjadi tugas pemerintah,” tegas HMS.
Tugas pemerintah menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh rakyat, karena pemimpin ada itu karena rakyat, bukan malah bilang Gubernur tidak punya rakyat yang punya rakyat itu kabupaten, itu sangat keliru lagi, tutur HMS.
“Kalau seorang mantan Gubernur bilang tidak punya rakyat, trus kam mau kerja untuk siapa, kami JWW-HMS tegas menyatakan kami kerja untuk mensejahterakan rakyat,” tutup HMS. [tim josua/abe]










