KPU Deklarasikan Pilkada Papua Penuh Kasih

714

Belasan pasangan bupati dan wakil bupati dari tujuh kabupaten yang akan mengikuti Pilkada serentak saat membacakan deklarasi kampanye damai di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Sabtu (24/02/2018). Foto: Piet/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Komisi Pemilihan Umum Papua melaksanakan deklarasi pilkada damai Papua penuh kasih, Sabtu (24/02/2018).

Acara tersebut diikuti oleh dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur serta belasan pasangan bupati dan wakil bupati dari tujuh kabupaten yang ikut serta dalam Pilkada serentak 2018 di Provinsi Papua tahun 2018 ini.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP-RI),  Prof. DR. Harjono, mengatakan bahwa deklarasi Pilkada damai di Bumi Cenderawasih, jangan hanya dijadikan slogan semata.

Dikatakannya, para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, serta calon bupati dan wakil bupati harus harus memegang janji setelah menandatangani Deklarasi Kampanye Damai.

“Untuk itu para masa pendukung jangan sampai terbawa kalau ada pasangan calon yang melakukan kampanye tidak damai, kalian harus mengingatkan, mengontrol serta melakukan upaya hukum bukan hanya saat kampanye saja yang damai akan tetapi saat hari pemilihan pun harus damai, kami percaya masyarakat Papua memegang janji itu,” kata Harjono saat memberikan sambutan pada Deklarasi Kampanye Damai di Halaman Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, Sabtu (24/2/2018).

Ditempat yang sama, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Fritz Edward Siregar, juga mengingatkan pemilu adalah pesta bersama dan milik rakyat jadi janganlah rakyat menjadi penumpang apalagi korban pilkada.

“Memang akan ada masa- masa sulit akan tetapi harus ada kesadaran kita bersama, bahwa negeri Papua adalah negeri kita bersama, kita wajib menjaganya kita perlu menjaga kemurnian dari demokrasi yang ada di Papua,” kata Fritz.

Sementara itu Ketua KPU Papua, Adam Arisoy mengucapkan terima kasih kepada perwakilan KPU-RI, Bawaslu-RI dan Ketua DKPP-RI yang telah berkenan memenuhi undangan KPU Papua dalam menyaksikan Delakrasi Kampanye Damai dan Pilgub Papua Penuh Kasih.

Arisoy mengatakan tertundanya tahapan Pilkada di Provinsi Papua yang seharusnya berjalan secara serentak di 171 daerah di Indonesia desebabkan karena dua bakal pasangan calon gubernur Papua belum mendapat legitimasi keaslian orang Papua dari Majelis Rakyat Papua (MRP).

Lanjut Arisoy,meski demikian KPU Provinsi Papua yang membawahi 29 kabupaten/kota saat ini telah siap melaksanakan Pilkada di Papua.

Hal tersebut dibuktikan dengan telah terbentuknya semua penyelenggara di tingkat bawah dan pemuktahiran data KPU berada pada pemuktahiran data sementara. “itu artinya KPU telah siap melakasanakan pilkada serentak di Papua tahun 2018” kata Arisoy.

Lanjutnya, pada gelombang pertama tahun 2015 lalu semua pilkada di Papua berakhir di Mahkamah Konstitusi (MK). Begitu juga pada gelombang kedua pada tahun 2017.

“jadi kalau hari ini kita bicara tentang pilkada pasti ada ceritanya, yaitu damai atau berdarah. Untuk itu kepada dua bakal pasangan calon yang saya hormati dan kepada para calon bupati dan wakil bupati dari tujuh kabupaten/kota untuk menjadikan kejadian di tahun 2017 itu sebagai pengalaman yang berharga” tukas Arisoy.

Ia juga meminta agar kejadian Pilkada serentak pada tahun 2015 dan 2017 dapat dijadikan acuan dan catatan oleh para calon serta masa pendukungnya agar Pilkada serentak tahun 2018 ini bisa berlangsung aman dan damai.

“Dengan demikian saya dan rekan-rekan anggota KPU Provinsi Papua bersama rekan-rekan anggota KPU Kabupaten/Kota siap untuk melaksanakan Pilkada serentak di Indonesian dan hari ini kita masuk dalam 171 daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak. Kamipun meminta dukungan dari dua bakal pasangan calon dan pendukungnya sehingga Pilkada ini bisa berjalan aman dan damai boleh terwujud di Tanah Papua” tandas Arisoy.

Dalam deklarasi kampanye damai tersebut sekaligus membuka tahapan kampanye selama tiga bulan, yang mana sebelum menandatangani komitmen untuk melaksanakan pilkada damai dilakukan konvoi dari Buper Waena dan berakhir di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua. [piet/abe]