Kapolda : Jurnalis Harus Pintar Menempatkan Diri di Tengah Konflik

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar dalam diskusi Jurnalis Meliput Pilkada Rawan Koflik yang digelar oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Papua megatakan bahwa pihaknya telah mencoba mengelimir konflik dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 dengan cara pendekatan preentif.

Bahkan upaya tersebut telah dilakukan bersama seluruh jajarannya dari tahun 2017 lalu. Karena berdasarkan pengalaman dalam pilkada serentak di Papua tahun 2017 lalu banyak terjadi konflik.

“Oleh karena itu dalam pelaksanaan pilkada serentak di tahun 2018 ini kami coba mengkampayenkan pilkada damai di Papua dan memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat” kata Kapolda dalam diskusi yang digelar di Humbolt Café, Entrop, Kota Jayapura, Jumat (25/05/2018) sore tadi.

Kapolda Papua mengungkapkan, mewujudkan Pilkada yang damai di Papua ini adalah suatu tantangan besar untuk semua pihak termasuk TNI-Polri.

“khususnya kami dari Polri harus mencoba mmewujudkan itu. Karena Pilkada inikan adalah pesta rakyat, jadi harus dilaksanakan dengan gembira dan damai” tutur Jenderal Polisi bintang dua ini.

Kapolda juga mengatakan, untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkada serentak di Papua yang aman dan damai, pihaknya telah mengandeng para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengkampanyekan hal tesebut.

“tokoh agama kita ajak untuk menularkan tampilan politik yang damai sesuai nilai dengan ketuhanan” ujarnya.

Lanjutnya, potensi gesekan antara paslon, timses dan pendukung itu semua adalah efek kekecewaan yang ditunjukan dengan ekpresi kekerasan.

Diungkapkannya lagi, untuk membuat suatu tekanan kepada pihak-pihak terkait biasanya, para elit politik menggunakan masa yang besar untuk menunjukan bahwa punya pendukung dan hal ini irasional. “Dan ini bukan tampilan demokrasi yang sebenarnya” tambahya.

“Pesan saya, meski pilkada adalah bebas untuk diliput tapi tetap kawan-kawan harus menjaga keamanan diri sendiri dengan cara menempatkan diri di tempat yang agar tidak menjadi korban dalam konflik yang terjadi nantinya” pungkasnya. [abe]