Pertanyaan Dunia Atas Kasus Deiyai Makin Meningkat

571

Laurenzus Kadepa (Nius/PapuaSatu.com)



Jayapura,PapuaSatu.com – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menyebutkan, kasus penembakan terhadap masyarakat di Deiyai oleh oknum aparat Brimob Polda Papua telah mencoreng nama baik negara di mata dunia.

Bahkan kata Laurenzus yang merupakan perwakilan daerah pemilihan Kabupaten Diyai ini menegaskan bahwa kasus penembakan masyarakat Deiyai oleh oknum aparat keamanan kini makin kuat pertanyaan dunia di tanah Papua.

“Tidak hanya membuat rakyat tidak percaya kepada institusi negara tapi kasus yang terjadi sekarang kini negara makin kuat bertanya-tanya tentang kondisi Papua, yang akhirnya intervensi tingkat tinggi akan semakin mencuak,” kata Laurenzus  di DPR Papua, Kamis (03/08/2017).

Baca juga : Polda Papua dan Komnas HAM Bentuk Tim Investigasi ke Deiyai

Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat Papua kepada pihak aparat keamanan semakin hilang karena jelas-jelas kasus di kabupaten  Deiyai telah menembak warga.

“Bagaimana batin rakyat, terutama keluarga korban ketika saudara maupun keluarga ditembak mati. Apalagi pelaku penembakan tidak diproses hukum. Ini jadi pertanyaan besar bagi kami,” katanya.

Bahkan, sambung dia, jangan salahkan kelompok yang ingin memisahkan diri di Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Masalah penembakan yang sudah jelas ini saja tidak bisa bagaimana masyarakat tidak mau berteriak,” kata Laurenzus menanyakan.

Baca juga : Polda Papua Turunkan Tim Investigasi Usut Bentrok Deiyai

Oleh karena itu, Laurenzus mendukung adanya kelompok sipil indepen diluar pemerintah untuk membentuk tim guna mendorong kasus penembakan di Deiyai maupun di daerahnya, untuk memproses hukum oknum aparat yang melakukan penembakan terhadap rakyat Papua.

Dukunga itu, ucap Laurenzus agar rakyat mendapatkan keupasan  keadilan dan mengetahui siapa yang salah dan siapa yang benar dibalik kasus penembakan rakyat.

Ia menegaskan, masyarakat kini menuntut kepada  Kapolda maupun kepada Kapolri agar segera menarikn Brimob di Deiyai dan jyga di wilayah pegunungan. Sebab kehadiran Brimob di wilayah kabupaten di Papua menambah keresahan dan menambah pelanggaran HAM di tanah Papua. (Nius)