
Jayapura, PapuaSatu.com – Sebelas rekomendasi hasil rapat pimpinan daerah DPD Provinsi Papua selama dua hari, dari tanggal 29-30 November 2018 akan diteruskan ke DPP Hanura Pusat.
Sebelas rekomendasi yang dibacakan langsung oleh Ketua Stering Komite DPD Hanura Papua, Yulianus Dwaa ini yakni, pertama mendukung kebijakan Gubernur Papua untuk mendorong divestasi saham 10% bagi pemerintah Provinsi Papua.
Kedua, melalui rumusan rapat pemimpin daerah mendukung menegakkan perda nomor 15 Tahun 2013 mengenai larangan peredaran miras di tanah Papua. Ketiga, mendukung pemerintah Provinsi menyukseskan PON 2020 sebagai bagian menunjukkan eksistensi bagian dari NKRI.
Keempat, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mencabut moratorium Pemekaran Daerah Otonomi baru. Kelima, menolak dengan tegas paham-paham radikalisme yang menyebabkan perpecahan-perpecahan anak bangsa. Keenam, mendukung fraksi hanura di DPR RI akan mengawal keinginan dan harapan rakyat Papua untuk mendorong Gubernur menyetujui otsus plus bagi tanah papua.
Ketujuh, meminta pemerintah secara seksama agar mengkaji secara baik serta meyatukan saran dan pendapat dari segala komponen di kab.Jayawijaya mengenai pembangunan mako brimob. Ke delapan, mendesak Presiden Jokowi untuk meninjau kembali harga tiket teruma menjelang hari raya natal yang melambung tinggi, agar dapat dijangkau oleh masyarakat Papua.
“Sembilan DPD Hanura Papua mendukung mendukung pemimpin yang mempersatukan bangsa karena selaku Presiden RI merupakan mati untuk Papua. Ke sepuluh mendorong dan meminta management persipura agar perbaiki management persipura,” jelasnya.
Ke sebelas, lanjut Yulianus Dwaa, Hanura Papua memberikan apresiasi kepada Presiden dan Gubernur Papua mengenai infrastruktur pembangunan, pendidikan dan ekonomi di Papua. “Yang sementara berjalan diselesaikan dan yang masih dalam perencanaan semoga segera dilaksanakan,” ucapnya.
Sementara Ketua DPD Hanura Provinsi Papua, Drs. Hengky Kayame SH.MH, mengatakan hasil Rapimda ini akan diolah dengan baik dan akan diteruskan DPD Hanura Pusat maupun DPR RI.
Pada kesempatan, Hengky Kayame menarget kurang lebih 104 kursi direbut pada Pileg pada Tahun 2019 mendatang. “ Kita target dua kursi di DPR-RI, sepuluh kursi di DPR Papua, sisanya 92 kursi untuk di Kabupaten/kota ditanah Papua,” kata Hengky.
Namun bagi Hengky selaku ketua DPD Hanura Papua bahwa penentuan jumlah kursi ada ditangan rakyat. “Bukan banyaknya kursi yang menentukan, tetapi suara rakyat yang menentukan Hanura menang,” pungkasnya.[ayu/loy]










