Dinas PU Kota Terus Genjot Program MBR Tahap Dua Tahun 2018

701
Caption : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura Nofdi J. Rampi
Caption : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura Nofdi J. Rampi

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum terus menggenjot Program bantuan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahap dua.

Kepal Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura Nofdi J. Rampi mengatakan, untuk MBR di Tahun 2018 Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum teralokasi sekitar 341 unit dalam bentuk bahan bangunan kepada masyarakat yang memiliki rumah namun perlu dilakukan rehabilitasi terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah yang sudah dicanangkan oleh Walikota Jayapura.

Untuk tahap dua, lanjut Nofdi tengah berjalan yaitu di Kayo Pulau 15 unit, Yoka 30 unit, Hamadi 30 unit, Argapura 30 unit, Vim 35 unit, Kota Baru 35 Unit, Girabesi 30 unit  serta di Entrop 30 unit.

“untuk tahap kedua 2018, kita sementara berjalan yang besumber dari dana alokasi khusus,” kata nofdi kepada wartawan, Senin (01/10/2018).

Untuk tahap perta pemerintah kota sudah melakukan rehabilitasi sebanyak 71 unit sementar untuk tahap kedua sebanyak 35 persen dari 341 unit yang menjadi target atau setara dengan 153 unit. Sementar untuk tahap ketiga sisa dari total target atau 117 unit yang akan ditangani pada bulan November mendatang.

Dikatakan, model penyerahan bahan bagunan ini diberikan kepada masyarakat untuk dipasang sesuai kebutuhan bahan berdasarkan permintaan yang diajukan yang disesuaikan dengan  batas alokasi anggaran.

” barang itu kita serahkan, masyarakat terima dan memasang sendiri. ini namanya stimulan, setelah itu baru kita ambil foto akhir dari rehabilitasi masing – masing unit. Jadi tidak bisa ditipu,”ujarnya

Ditambahkan,  bantuan seperti ini juga telah dilakukan pada Tahun 2017 yang menyerap 324 unit  namun dibawa tahun 2017 mekanismenya dikelola oleh satuan kerja peeumahan dan bukan  ditangani oleh dinas.

” jadi untuk tahun 2018 ini kita ambil luat dari tahun 2017 yang belum tertangani karena terlambat dan ini yang kita akomodir di tahun 2018 dan ini diperuntukan kepada masyarakat papua. progtam ini sangat membantu masyarakat kita,” pungkasnya.[moza]