Jaring Aspirasi, Anggota DPRP Dialog Dengan Warga Kotaraja Grand

Anggota Komisi III DPRP, Ir. H. Junaidi Rahim saat menyerahkan bingkisan kepada warga saat menggelar dialog di halaman TPQ Masjid Istiqomah Kotaraja Grand, Rabu (9/12/20)
Anggota Komisi III DPRP, Ir. H. Junaidi Rahim saat menyerahkan bingkisan kepada warga saat menggelar dialog di halaman TPQ Masjid Istiqomah Kotaraja Grand, Rabu (9/12/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Untuk menjaring aspirasi serta mendengar apa yang menjadi keluhan warga, Anggota Komisi III DPRP, Ir. H. Junaidi Rahim menggelar dialog dengan masyarakat.

Hari Rabu (9/12/20) siang, dialog yang digelar di halaman TPQ Masjid Istiqomah Kotaraja, dilakukan dengan masyarakat Perumahan Grand Permai Kotaraja dan sekitarnya.

Dalam dialog selama sekitar satu jam tersebut, Anggota Komisi III DPRP Bidang Keuangan dan Aset Daerah, Ir. H. Junaidi Rahim datang bersama Anggota Komisi C DPRD Kota Jayapura, Mahmud,ST, M.Si.

Sekitar 50 warga yang hadir menyampaikan sejumlah aspirasi, yakni terkait dengan posyandu, banjir yang terjadi setiap hujan deras, masalah pengangkutan sampah, dan sejumlah aspirasi lain untuk dilanjutkan dalam pembahasan bersama pihak eksekutif agar mendapatkan solusi yang terbaik.

Politisi dari Partai Berkarya tersebut sempat membagi pengalaman terkait Covid-19, yang pernah sempat mengenai tubuhnya beberapa waktu lalu.

Sehingga, ia meyakinkan kepada warga bahwa Corona Virus Desease (Covid) 19 benar-benar ada, dan mengimbau warga agar mematuhi protokol kesehatan agar tidak tertular.

“Jadi kalau badan sakit-sakit, demam, kepala sakit, jangan ragu-ragu datang dan periksa di rumah sakit, karena saat ini masih ada pelayanan gratis di Labkesda untuk Covid-19,” jelasnya.

Saat ditemui usai dialog, politisi Partai Berkarya yang pernah menduduki kursi DPRD Kota Jayapura tiga periode tersebut mengungkapkan, bahwa dialog yang digelarnya merupakan program dari DPRP yang harus dilaksanakan setiap tiga bulan.

Dan untuk Triwulan terakhir di Tahun 2020 sedikit mengalami keterlambatan, karena sejumlah staf dan anggota DPRP sempat terpapar Covid-19.

“Ini hasilnya dibawa ke komisi,” jelasnya.

Dialog dilakukan setiap anggota DPRP secara individu untuk menyerap aspirasi dari bawah, yang selanjutnya akan dibahas di tingkat komisi, sebelum dimasukkan ke Banggar di DPRP.[yat]