
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Kota Jayapura telah melakukan pendataan Orang Asli Papua (OAP) Port Numbay di 14 kampung termasuk Non Port Numbay sesuai arahan Gubernur Papua, Lukas Enembe.
Walikota Jayapura Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM menyampaikan semua Orang Asli Papua yang merupakan warga Kota Jayapura telah didata oleh pemerintah Kota Jayapura sesuai instruksi Gubernur untuk mendata seluruh Orang Asli Papua.
“Pendataan orang asli Papua ini berdasarkan marga di seluruh kampung yang da di Port Numbay,” terang Walikota usai meluncurkan Buku Data Orang Asli Papua, Sabtu (06/10/2018).
Pendataan ini lanjutnya, sebagai acuan dalam pelaksanaan program – program pemerintah di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga betul – betul tetapas sasaran kepada orang asli Port Numbay.
Menurutnya, Data yang dikumpulkan tersebut berdasarkan marga dan pemerintah dapat mengetahui berapa jumlah OAP Purnumbay sekaligus alamat, studi, gelara dan sebagainya seingga semua terdata dengan baik termasuk Oap dari suku yang ada di Papua dan Papua Barat
“program ini saya akangkat dalam raker bupati waikota maka perintah dari bapak Gubernur agar semua bupati walikota melakukan pendataan orang asli papua diwilayahanya masing – masing. Program ini yang pertama kami tuntaskan,”akunya.
Peluncuran Buku Data Orang Papua Asli ini telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas social dan Kemendudukan Provinsi Papua baik pendataan Orang Asli Papua Port Numbai maupun Orang asli Papua dari berbagai suku yang ada di Kota Jayapura.
Diakui, dari hasil pendataan yang dilakukan, tercatat Orang Asli Papua terbanyak di Kota Jayapura yaitu Orang Serui disusul Biak kemudian Port Numbay.
“semua orang asli papua di kota jayapura semua telah kita data. Rangking tertinggi yang tinggal di kota jayapura adalah yang pertama orang serui, yang kedua orang biak dan yang ketiga orang asli port numbay meski demikian semua suku yang ada disini merekalah orang port numbay,”terangnya. [moza/loy]










