Kerajaan Allah dan Komitmen Membangun Kemandirian GKI

434
WONDAMA, PapuaSatu.com – Ratusan Umat Kristen di Kabupaten Teluk Wondama merakayan HUT ke-61 tahun Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua pada 26 Oktober kemarin di kawasan situs rohani bersejarah Batu
Peradaban di kaki Bukit Aitumeiri, Miei, Wondama, Papua Barat.
Ibadah yang mengusung tema ‘Datanglah Kerajaan-Mu’ segenap warga GKI di Wondama diajak memaknai usia ke-61 tahun dengan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap kesempatan juga dalam pekerjaan maupun kegiatan yang dilakukan.
Ketua Klasis GKI Wondama Pendeta Rosalie Wamafma menyatakan di usia yang semakin dewasa ini, GKI berkomitmen untuk terus menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah dalam kehidupan jemaat GKI sendiri maupun dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.
“Hari ini kita bertobat dari kerja yang asal-asalan, hari ini kita bertobat dari dari kegiatan yang tidak penting dan tidak bermanfaat untuk banyak orang,”kata Pdt Ros Wamafma dalam sambutannya usai ibadah.
Pdt Ros juga menyerukan, sesuai keputusan raker Sinode GKI di Kota Sorong baru-baru ini, ulang tahun ke-61 tahun menjadi momentum membangkitkan kemandirian GKI. Semua jemaat harus mulai membangun kemandirian terutama dalam bidang keuangan dengan memberdayakan potensi yang ada dalam jemaat itu sendiri.
“Jemaat GKI harus mulai mencoba untuk membentuk kemandiriannya sendiri dengan apa yang dia punya. Ini kita harus mulai karena perubahan tidak akan tercapai kalau kita tidak pernah memulai,” kata pendeta perempuan kedua yang terpilih memimpin Klasis GKI Wondama ini.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bernadus A. Imburi menekankan predikat rohani yang disandang Wondama sebagai Tanah Peradaban orang Papua hendaknya tidak hanya sekedar julukan belaka karena Wondama dahulunya merupakan pusat pendidikan pertama di Papua.
Bupati mengajak semua warga GKI Wondama mewujudnyatakan identitas sebagai Tanah Perababan dalam prilaku hidup sehari-hari yang selalu cinta damai, saling mengasihi, jujur serta setia dan dengar-dengaran.
“Tanah Peradaban jangan hanya simbol tetapi manusianya pun harus beradab,”kata Imburi.
Dalam rangka memeriahkan HUT GKI ke-61, Klasis GKI Wondama menyelenggara sejumlah kegiatan bersifat hiburan antara lain lomba yospan jalan, lomba suling tambur, jalan santai berhadiah dan lomba outbond rohani.
Pada 25 Oktober juga telah dicanangkan Wondama sebagai Kota Peradaban yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama menjadikan Wondama Kota Peradaban yang damai oleh Pemda dengan perwakilan semua agama, paguyuban daerah, lembaga adat juga para tokoh dari berbagai elemen. (Free)