
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Beberapa waktu belakangan ini, banyak polemik dan kasus yang sedang terjadi. Salah satunya tentang demo pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) dan kasus pembunuhan yang terjadi pada seorang Brimob yakni Bripda Diego Rumaropen.
Melihat hal tersebut, Kepala Suku Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya, Naligi Kurisi pun ikut angkat bicara. Menurutnya, pemekaran DOB ini pasti akan terlaksanakan karena pemerintah telah menyetujui hal tersebut sehingga harus didukung.
“Bapak Gubernur Lukas Enembe juga sudah menyepakati adanya pemekaran, sehingga pro kontra hendakknya dihilangkan dan mari menyamakan persepsi untuk pembangunan Papua kedepan,” katanya melalui rilis kepada awak media, Jumat (24/6) pagi.
Sedangkan tentang kasus pembunuhan Bripda Diego Rumaropen, ia meminta agar aparat keamanan menjadikan ini sebagai pembelajaran agar kedepannya tidak terulang lagi hal serupa.
“Aparat jangan lengah. Dan hukuman yang diberikan Kapolda Papua kepada Danki Brimob yang diduga melanggar SOP juga bisa dijadikan pelajaran,” ujar Naligi.
Ia harap para pelaku dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan setimpal. Naligi juga memberikan apresiasi kepada Kapolda Papua yang telah memberikan hukuman kepada aparat keamanan yang lalai dalam tugas.
“Hukuman tegas Kapolda atas kelalaian anak buahnya kami apresiasi, semoga kedepan tidak ada lagi seperti ini. Dan keluarga almarhum semoga diberikan ketabahan dan sabar,” tuturnya.
Naligi juga meminta agar masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi dan kondisi di Kota Wamena tetap kondusif. “Saya sebagai Kepala Suku meminta semua pihak, mari kita jaga bersama-sama Wamena ini agar tetap aman dan kondusif agar aktivitas berjalan baik dan tidak merugikan kita bersama,” tukas Naligi. [ayu]










