
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Terkait rencana Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran, Mantan Tokoh Papua Merdeka, Nicolas Meset mengakui dirinya setuju akan keputusan tersebut.
Salah satu alasan Nicolas setuju adalah dengan adanya pembangunan baik itu secara tata kelola pemerintahan maupun infrastruktur hingga ke daerah pelosok.
“DOB harus disambut gembira karena penduduk Papua ini sekitar 5 juta penduduk. Kalau ada Provinsi baru, maka pembangunan bisa menyentuh masyarakat hingga kepelosok,” katanya saat diwawancarai media, Rabu (20/4/2022).
Pemekaran sendiri dilakukan berdasar tujuh wilayah adat, maka semua masyarakat memiliki tanggung jawab masing-masing untuk memajukan dan mensejahterakan rakyatnya sesuai dengan DOB.
“Kalau Pemekaran sesuai wilayah adatnya tadi, maka semua punya tanggungjawab terhadap wilayahnya,” ucap Nicolas.
Selain masyarakat, Nicolas juga meminta pemerintah untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua untuk bisa berkarya dan menjadi sukses. Ia berharap anak-anak Papua dapat dilatih untuk bekerja agar tidak menjadi malas dan dapat mandiri dan terus berkarya.
“Orang Papua bukan malas, namun harus ajar dia didampingi agar sukses. Yang penting, pemerintah sudah kasih signal akan pemekaran, persiapkan diri, jangan harap seperti bintang jatuh dari langit atau bintang kejora turun dari langit. Mimpi itu sudah habis sekarang bagaimana kita kerja untuk negerinya sendiri dan menjadi tuan di negerinya sendiri,” ujarnya.
Hal tersebut juga didorong agar tidak ada ketakutan yang timbul seperti isu-isu yang sering digemakan yakni akan adanya non OAP (Orang Asli Papua) yang datang dan ketakutan lapangan pekerjaan. “Itu tugas legislatif dan Eksekutif membuat regulasi untuk membatasi itu,” imbuh Nicolas.
Kendati demikian, Nicolas menegaskan bahwa Papua sudah final melalui pengakuan Dewan Keamanan PBB pada 19 November 1969 lalu sebagai bagian dari NKRI.
“Jadi kalau ada yang petak- petakan, maka indikasinya mau Papua merdeka. Saya katakan Dewan Keamanan PBB sudah akui Papua adalah bagian dari NKRI,” tandasnya.
Maka, ia berharap pemikiran orang Papua yang masih memikirkan dirinya sendiri dan menganggap bahwa Papua ini hanya orang Papua punya, harus dihilangkan.
“Harus dibagi-bagi karena saya sampaikan tadi, Papua adalah bagian dari NKRI. Saya sangat mengapresiasi pak Wapres yang memberikan tujuh provinsi ini,” harap Nicolas.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersyukur atas pemekaran yang akan dilakukan karena hal ini merupakan berkat yang Tuhan berikan untuk masyarakat Papua.
“Itu adalah berkat dari Tuhan bahwa pemerintah memberikan pemekaran Papua. Ini semata-mata untuk kemajuan masyarakat Papua. Supaya semua berjalan dengan baik, dan Masyarakat sejahtera,” tutupnya. [ayu]










