Hasil Uji Kelayakan Lambat, Percetakan Sawah 1000 Hektar di Keerom Tertunda

1148

KEEROM, PapuaSatu.com – Rencana pencetakan Sawah seluas 1000 hektar di Kabupaten Keerom Tahun 2018 ditunda di tahun anggaran 2019 mendatang.

Tertudanya pencetakan Sawah karena hasil uji kelayakan dari Universitas Gajah Mada (UGM) keluar di Bulan Oktober 2018.

Sehingga diputuskan bahwa pencetakan Sawah seluas 1000 hektar di wilayah Kabupaten Keerom dilaksanakan ditahun anggaran 2019.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Keerom Yudhan Ansaka saat ditemui di Kantor Bupati Keerom, Senin (19/11).

“Karena ini telah Bulan November 2018, makanya ditunda untuk pencetakan sawah seluas 1000 hektar di Tahun 2019 akan datang,” ungkap Yudha Ansaka.

Hal itu meleset dari rencana pencetakan Sawah di Kabupaten Keerom yang ditargetkan dimulai tahun 2018.

“Tetapi dengan Uji kelayakan dari UGM terlambat keluar, makanya pencetakan Sawah dilaksanakan tahun 2019 mendatang,” jelasnya.

Menurut Yudha, pemerintah Pusat menargetkan Kabupaten Keerom akan membuka lahan persawahan seluas 1000 hektar.

Dari 1000 hektar dibagi dua, 500 hektar diwilayah Distrik Skanto. Sedangkan 500 hektar diwilayah Distrik Arso Timur.

Dan sebelum dilakukan pembukaan lahan persawahan, perlunya uji kelayakan yang dilakukan oleh lembaga yang ditunjuk, yaitu Univestitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Berulang kali UGM melakukan pengecekan di lapangan, seperti air dan lainya sebagainya.

Dari pengalaman yang ada, ada beberapa lahan persawahan yang dibuat, akan tetapi tidak digunakan karena air tidak ada.

Dengan demikian perlunya uji kelayakan sebelum lahan ditetapkan sebagi lahan persawahan.

“Dengan dilakukan uji kelayakan dari pihak UGM, berharap ditahun anggaran 2019 mendatang akan dilakukan pencetakan Sawah seluas 1000 hektar di Kabupaten Keerom. Program pencetakan Sawah untuk mensukseskan Sewasembada Pangan dan Program Nawacita Presiden dan Wakil Presiden RI,” jelasnya.[alf]