Josua Janjikan Pendidikan Gratis dan Uang Tunai Sebesar Rp 2 Juta Perbulan

0
546

JWW : Saya siap diturunkan dari jabatan, apabila janji politik yang saya tawarkan kepada masyarakat tak diwujudkan.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pasangan calon gubernur Papua nomor urut 2, Jhon Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (Josua) memiliki sejumlah program yang sangat jitu dalam mengelola dana Otonomi Khusus (Otsus) yang lebih berpihak kepada rakyat.

Jhon Wempi Wetipo (JWW) dalam orasi politiknya dalam pertemuan terbatas disalah satu kafe di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (16/03/2018) menyampaikan bahwa, dalam  tagline ‘Papua Cerdas’, terdapat sejumlah program besar yang telah disusun untuk membangun Papua lebih baik dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Salah satunya adalah pendidikan gratis yang bakal diterima oleh seluruh masyarakat Papua khusus di jenjang pendidikan Strata Satu (S1).

JWW mengatakan, terdapat 42 perguruan tinggi di Papua. Dimana dalam perhitungan matematisnya dibutuhkan dana sebesar Rp 600 miliar untuk memberikan anak-anak Papua sekolah di jenjang perkuliahan.

“Kita sudah hitung, dengan dana Otsus kita bisa membebaskan seluruh anak-anak kita di Papua untuk mendapatkan pendidikan gratis di tingkat perkuliahan,” katanya.

Dengan pendidikan gratis di tingkat perkuliahan, lanjut Wempi Wetipo, diyakini seluruh masyarakat di Papua ke depannya, memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik dan siap bekerja serta menciptakan lapangan kerja.

“Jadi, kalau sudah gratis, kita buat aturannya, agar anak-anak kita disiplin dan usai dari bangku perkuliahan sesuai waktu. Kalau main-main. Kita akan cabut haknya dan langsung di berikan skors,” ujarnya.

Selain  pendidikan gratis di tingkat perguruan tinggi, pasangan Josua juga telah menyiapkan program untuk seluruh Orang Asli Papua (OAP) yang kedepannya bakal mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 2 juta perbulan yang bersumber dari dana Otsus.

“Kita sudah hitung, apabila penduduk di Papua sekitar 4,3 juta penduduk, apabila dibagi dua, maka ada 2 juta OAP. Artinya butuh dana Rp 4 Triliyun. Kalau dilihat dari dana Otsus saat ini, yang jumlahnya sangat besar, kita pasti mampu melakukannya,” tuturnya.

Dikatakannya, yang berhak mendapat uang Rp 2 juta perbulan, yakni masyarakat Papua yang berusia diatas 17 tahun.

“Bila masyarakat mengkhendaki Pasangan Josua menjadi Gubernur Papua, maka program ini akan kita laksanakan tahun 2020. Sebab kita bakal mempersiapkan regulasinya dan mendata seluruh OAP yang ada di Papua, dengan menggerakan seluruh relawan yang ada,” tegasnya.

Tak sampai di situ, kata JWW, apabila sebelumnya di jaman Gubernur Barnabas Suebu terdapat dana Prospek dengan anggaran Rp 100 juta perkampung dan Lukas Enembe mengganti namanya menjadi Respek dengan besaran anggaran yang sama, Pasangan Josua bakal menambah anggaran itu menjadi Rp 200 juta perkampung.

“Kita bakal memberikan nama Berdikari (berdiri di kaki sendiri) dengan besaran Rp 200 juta perkampung. Tak sampai di situ, kami juga bakal menganggarkan tingkat Distrik Rp 5 Miliyar pertahun,” lugasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, untuk mewujudkan semua program yang dicanangkannya dalam visi misinya, akan dibangun kantor perwakilan Gubernur Papua di lima wilayah adat, guna mempersingkat rentang kendali pelayanan.

“Jadi ke depan kita akan bangun kantor Gubernur Papua di lima wilayah adat, yakni Tabi, Animha, La Pago, Me Pago dan Saireri. Jadi, kalau masyarakat hendak memberikan aspirasi, tak perlu harus ke Kota Jayapura. Apalagi, kami telah bersepakat untuk berkantor sekali satu minggu berada di seluruh kabupaten,” pungkasnya.

Untuk mewujudkan semua program yang telah disusun tersebut, JWW mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

“orang bilang terobosan yang saya buat itu sangat gila. Saya hanya katakan, pasti akan mewujudkan visi misi saya. Saya siap diturunkan dari jabatan, apabila janji politik yang saya tawarkan kepada masyarakat tak di wujudkan,” pungkas JWW. [tim Josua/abe]