Pembangunan Tiga Tugu Jadi Perhatian Serius Dari Lennis Kogoya

506

JAYAPURA, PapuaSatu.Com – Bakal calon gubernur Papua, Lennis Kogoya mengikuti Fit And Propertest yang digelar oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Provinsi Papua di Kantor Golkar Jl. Percetakan Jayapura, Senin (17/7/2017).

Dalam  Fit And Propertest yang berlangsung kurang lebih satu jam itu, Lennis Kogoya  memaparkan sejumlah point penting dalam visi misinya untuk maju sebagai calon gubernur Papua pad aperiode 2018-2023 mendatang.

“Dari Fit And Propertest ada beberapa konsep yang saya sampaikan dan beberapa kriteria yang disampaikan, salah satunya bahwa untuk membangun Papua  harus dilakukan dengan hari, takut akan Tuhan,  mengasihi bangsanya sendiri dengan mengasishi tanpa membedakan-bedakan suku dari mana, serta membangun Papua bukan untuk dilayani melainkan melayani.

Lenni menegaskan, membangun Papua tidak hanya cukup dengan uang ataupun materi tapi tidak ada pembuktikan. Ini yang harus dirubah dalam membangun Papua agar Papua merasakan keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan  serta bebas dari  konflik sosial di berbagai daerah.

“Ada tuga Tugu yang harus menjadi point yang kami lakukan jika rakya tmempercayaka kepada kami, yakni pertama pembangunan tempat adat di  Kantor Gubernur Papu. Artinya, tempat adat akan dikhususkan sehingga masalah sosial bisa diselesaikan secara adat dan juga pihak adat menjaga hak ulayatnya,” katanya

Kedua, kata Lennis, pembangunan dari segi agama baik itu agama Kristen, Katholik, Islam, Budha maupun Hindu.  “Pihak agama akan  diwajibkan untuk dibangun di Kantor Gubernur. karena agama bisa mempersatukan semua suku di tanah Papua dan menjaga kerukunan umat bergama di Papua,”  ujarnya.

Kemudian ketiga, tentang pengelolaan pemerintahan baik di kabupaten/kota maupun di Provinsi itu sendiri. Dalam pemerintahan nanti, akan menjalankan seluruh roda pemeritahan yang ada dengan mengembangkan perekonomian yang ada.

“Seperti di kabupaten Merauke, kini telah memiliki pabrik pengelolaan beras, kabupaten Bovend Digoel membuka kebun karet, Nabire buka tambang, Biak pabrik Kaleng dan  Bandara internasional. Ini yang harus dilakukan,” tukasnya.

Sementara untuk wilayah pegunungan, tegas Lennis, pihaknya akan membuka seluas-luasnya pertanian di daerah masing-masing, sehingga dapat menghasilan PAD bagi pemerintah dan mengangkatkan perekonomian rakyat menuju kesejahteraan.

“Setiap daerah yang bisa membuka lahan ekonomi harus didorong dengan memberikan anggaran sekaligus memberikan pembinaan dan pendampingi para petani. Kami akan terus membuka menset mereka sehingga benar-benar daerah Papua menjadi daerah akan maju ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Lennis bahwa masalah pendidikan di Papua akan merubah dengan cara sekolah berpola asrama, memberikan pembinaan kepada mama-mama Papua dengan memberikan modal.  “Persediaan modal bagi mama-mama harus disiapkan kepada mereka. Permodalan ini sudah saya lakukan selama Staf Khusus Presiden dan kini sedang berjalan,” katanya.

Bahkan, sambung Lenni, Pengusaha asli Papua akan memberikan permodalan karena telah diatur dalam Kepres nomo 84 tentang keberpihakkan pengusaha Papua.  “Untuk Papua tidak ada perberdaaan untuk orang asli Papua, asalkan terus dilakukan pembinaan terhadap mereka,” tukasnya.

Dikatakannya, Orang Papua tidak ada yang tidak bisa untuk mengelola daerahnya sendiri. Kegagalan soal biasa dan kalau kita tidak lakukan dari sekaranag kapan mereka mau bisa, mereka harus terus dilakukan pembinaan dan pengawasan sehingga mereka bisa.

“Jangan dibiarkan kalau sudah memberikan modal bagi mereka agar mereka tidak terlena, tapi terus dilakukan pembinaan dan pengawasan karena  sekarang sudah waktunya kita memberikan bagi orang Papua sebagai tuan rumahnya sendiri, dan orang luar Papua yang memiliki hati orang Papua  yang ingin membangun daerah ini,” tukasnya.  [Nius]