Pasca Pengesahan UU DOB Papua, Tokoh Agama: Ini Berkat Tuhan

50

JAYAPURA, PapuaSatu.com  –  Pemuka agama pdt. Yones Wenda menyikapi  kondisi situasi politik di tanah Papua khususnya di Provinsi Papua, pasca pengesahan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Dengan adanya pengesahan DOB di tanah Papua, untuk itu, Pendeta Yonas Wenda meminta kepada masyarakat selalu menjaga kamtibmas dan tidak terpengaruh oleh isu isu yang berkembang.

Sebab menurutnya, adanya Daerah Otonomo Baru dan Otonomi Khusus (Otsus) di tanah Papua merupakan berkat dari tuhan.

“Ppenetapan / pengesahan otsus dan dob ini merupakan berkat dari tuhan yang harus kita nikmati dan syukuri bersama, tentunya masyarakat papua harus bisa merawatnya sesuai mekanisme yang sudah berjalan,” ujar pendeta Yonas Wenda , Selasa (13/09/2022).

Pendeta Yones Wenda yang juga merupakan sekretaris gereja kingmi papua juga mencermati  perkembangan  dan dinamika yang sedang berlangsung pada akhir -akhir ini di wilayah papua sehingga untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan di tiga wilayah dob, pendeta yones wenda sebagai tokoh agama menyampaikan pernyataan sikap yakni,

Pertama, mengajak semua masyarakat yang tinggal dan menetap di atas tanah papua untuk turut serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di provinsi papua.

Kedua, semua elemen masyarakat papua tidak boleh melakukan aksi-aksi yang dapat mengganggu situasi kamtibmas dan  kelompok ilegal di negeri ini, seperti komite nasional papua barat (knpb), united liberation movement for west papua (ulmwp), petisi rakyat papua (prp) jangan menjual atau memprovokasi isu isu penolakan otsus dan dob di atas tanah papua.

Ketiga, pembentukan otsus dan daerah otonomi baru  di wilayah papua merupakan program strategis nasional berdasarkan aspirasi masyarakat. Dengan melalui pendekatan pemekaran dan otsus akan mengakselerasi kesejahteraan dan pembangunan secara merata.

Keempat, Kita sebagai hamba tuhan harus taat kepada tuhan seperti halnya kita harus mendukung program pemerintah pusat. Maka kalian kelompok ilegal (knpb, prp dan ulmwp) stop memanfaatkan situasi atau isu isu yang terjadi di papua hanya untuk kepentingan pribadi. [redaksi]