Enam Balon Gubernur Diusulkan DPD Golkar ke Pusat

0
491

Jayapura, PapuaSatu.com  –  Sebanyak enam bakal calon (Balon) Gubernur Papua dari 38 bakal calon kepala daerah di tujuh kabupaten dan Provinsi Papua diusulkan DPD I Golkar Papua ke DPP Golkar Pusat.

Enam bakal Calon Gubernur Papua ini yakni, Lukas Enembe selaku  petahana, Paulus Waterpauw, Lenis Kogoya (Staf Khusus Presiden Aktif), Pdt. Alberth Yoku, Ones Pahabol, John Wempi Wetipo (Bupati Jayawijaya aktif).

Sedangkan untuk 32 bakal calon bupati di tujuh kabupaten se Provinsi Papua yakni, kabupaten Biak sebanyak 5 balon, kabupaten Mimika 6 balon, Deyai 6 balon, Jayawijaya 7 balon, Kabupaten Paniai 6 balon, dan kabupaten Puncak Papua   sebanyak  2 balon.

Selain bakal calon gubernur dan balon bupati, DPD I Golkar Papua juga mengusulkan dua nama bakal calon wakil Gubernur Papua ke DPP Pusat, salah satu diantaranya Habel Melkias Suwae.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Papua Azis Samual menegaskan, nama-nama bakal calon Gubernur, Wakil Gubernur dan  Balon Bupati di 7 kabupaten se Provinsi Papua diputuskan berdasarkan hasil rapat pleno Diperluas  DPD I Partai Golkar.

“Nama ini akan kami serahkan ke DPP untuk diseleksi dan mendapatkan rekomendasi, sehingga para calon bertarung pada pilkada serentak yang akan berlangsung pada thaun 2018 mendatang,” kata Azis Samual dalam keterangan persnya didampingi  ketua harian, Paskalis Kosay, ketua tim seleksi calon gubernur-wakil gubernur bupati dan wakil bupati DPD Partai Golkar Sefnat Masnifit, Sabtu (29/7/2017).

Azis memastikan bahwa nama-nama yang akan mendapat rekomendas dari Golkar Pusat adalan orang-orang yang memenuhi kriteria sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Partai.

“Golkar Papua maupun Pusat tetap mengutamakan kader partai dan calon yang di usung nanti diharapkan benar-benar siap dari infrastruktur maupun segi logistik hingga ke tahapan MK. Kesiapan ini mengingat logistik di Papua sangat mahak,” katanya.

Kendati demikian, Azis mengklaim bahwa seleksi yang dilakukan DPD I Golkar Papua sangat ketat karena Golkar ingin menang di daerah. “Jadi tidak ada kata calon yang melakukan lobi atau lompat pagar ke pusat. Saya pastikan itu tidak bisa,”  tegasnya. (Nius)