Siapapun Calon Gubernur ‘Lompat Pagar’ Tak Dapat Rekomendasi

0
229

Jayapura, PapuaSatu.com – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Golkar Provinsi Papua, Aziz Samual memberikan ultimatum kepada para bakal calon Gubernur Papua yang ikut bertarung pada pilkada serentak 2018 dengan menggunakan perahu partai Golkar.

Bahkan Pelaksana Tugas (Plt) DPD I Golkar Papua, Azis Samual, menegaskan bahwa siapapun bakal calon gubernur Provinsi Papua yang akan bertarung pada pilkada 2018 mendatang tidak boleh melakukan ‘Lompat Paga’ atau melakukan lobi-lobi politik untuk mendapatkan rekomendasi partai.

“Tidak ada yang ‘lompat pagar’. Kalau mau maju Gubernur Papua harus patuhi aturan partai sesuai tahapan yang ada. Harus ada tahapan yakni melalui DPD I Golkar Papua bukan langsung ke Pusat sana,” tegas Aziz Samual dalam keterangan pers didamping pengurus Golkar Papua, Sabtu (29/7/2017).

Aziz Samual  menyebutkan, penjaringan  bakal calon Gubernur Papua, wakil Gubernur Papua dan bakal calon Bupati di 7 kabupaten se Papua harus melalui DPD I Golkar Papua. “Mekanisme ini harus dipatuhi oleh setiap calon yang akan  mau bertarung pada pilkada serentak 2018 mendatang,”  tegasnya.

Menurutnya, proses pilkada pada tahun 2017 lalu banyak calon ‘lompat pagar’ karena saat itu masa transisi. Namun untuk pilkada 2018 sangat ketat tanpa diberikan kesempatan bagi para calon untuk mendaftar ke pusat untuk mendapat rekomendasi.

“Tidak ada itu, saya akan awasi siapa-siap yang calon ‘lompat pagar”. Saya ini salah satu koordinator di pusat. Jadi kami minta untuk hrus ikuti aturan, karena Golkar ingn menang di Papua,”  tukasnya.

Bagi siapa calon yang melakukan lobi ke pusat maka, Azis Samual memastikan calon tersebut tidak bakalan mendapatkan partai untuk ikut bertarung pada pilkada serentak nanti.

“Jadi kami berharap agar semua calon harus mengikuti mekanisme yang ada, kami tidak ingin partai Golkar Papua diperlakukan seperti ini karena kami sudah belajar dari kesalahan yang dulu,”pungkasnya.

Dikatakannya, saat ini DPD I Golkar Papua sudah mengusulkan enam  bakal calon Gubernur, 2 balon Wakil gubernur dan 32 balon Bupati di 7 kabupaten se Papua ke Golkar pusat untuk dilakukan seleksi, sehingga para calon mendapatkan rekomendasi untuk bertarung pada pilkada serentak 2018 mendatang. (Nius)