22 Tenaga Ahli Dibekali Materi Untuk Capai Target Dalam Sub Pin Polio Putaran Kedua

0
121
Caption : Suasana kegiatan 'Training for field officer implementing partners Provinsi Papua tahun 2019' selama 3 hari dari tanggal 2-4 Oktober 2019 di Hotel @Hom Premiere.
Caption : Suasana kegiatan 'Training for field officer implementing partners Provinsi Papua tahun 2019' selama 3 hari dari tanggal 2-4 Oktober 2019 di Hotel @Hom Premiere.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Unicef dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua bersama mitra yakni yayasan Gapai, YP2KP, WHO mengadakan ‘Training for field officer implementing partners Provinsi Papua tahun 2019’ selama 3 hari dari tanggal 2-4 Oktober 2019 di Hotel @Hom Premiere.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali 22 orang petugas lapangan yang berasal dari 12 kabupaten untuk menjalankan program sub pin polio sehingga kasus lumpuh layu menjadi minim. Tak hanya itu, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari para petugas lapangan.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Togu Sihombing SKm,M.Kes kepada wartawan menjelaskan target sub pin polio dalam putaran kedua ini secara merata belum mencapai target yakni 95 persen. “Masih ada beberapa wilayah yang belum mencapai target, maka kami bekerjasama dengan Unicef, mereka mengontrak tenaga untuk pendampingan di Kabupaten tersebut,” jelasnya, Jum’at (4/10/2019).

Ia berharap, dengan adanya pendampingan, cakupan imunisasi polio dapat memenuhi target. “Itu harapannya maka kami berikan pembekalan tentang kasus lumpuh layu yang mendadak di masyarakat dan teknis program penangulangan Polio di Provinsi Papua,” harapnya.

Dikesempatan yang samma, Konsultan Imunisasi Unicef Papua, dr. Halik Malik MKM, memaparkan dalam putaran kedua ini, Unicef tidak hanya memfasilitasi satu Program Imunisasi polio, namun memberikan Program Imunisasi lengkap sekali jalan kepada anak Papua.

“Memastikan semua anak yang baru di Imunisasi, imunisasinya bisa lengkap, Program lain yang menjadi kebutuhan di wilayah spesific yang tidak terjangkau atau sulit di jangkau itu bisa di jangkau bersamaan dengan pelayanan imunisasi, sekali jalan kami membawa program,” tutupnya. [ayu]