Suara Mappi 100 Persen untuk Josua

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Calon gubernur Papua Nomor urut 2, Jhon Wempi Wetipo kembali melanjutkan kampanye politik ke sejumlah daerah. Kamis (03/05/2018), pria yang akrab disapa JWW ini melaksanakan kampanyenya di Kabupaten Mappi,

Setibanya di Kota Kepi, JWW dan rombongan disambut hangat Kepala Suku Yakai, Kornelis Kaimu yang telah menunggu bersama warga, pendukung dan simpatisan di area parkir pesawat.

Tak menunggu lama, Kornelis Kaimu langsung mengenakan topi kebesaran kepada JWW kemudian kepala suku Sumagai, Paulus Sumagai menyerahkan Noken dan Jai (pisau tulang kasuari) kepada JWW. Kemudian mewakili kepala suku Pengunungan Tegah yang tinggal di Mappi, Veronika Bapaimu Hubi memberikan Noken buat JWW.

Kornelis Kaimu mengatakan masyarakat adat Mappi memberikan penghargaan kepada JWW berupa pakaian adat masyarakat setempat dan alat perang yang menandakan bahwa masyarakat Mappi sangat menghargai kedatangan JWW ke daerah tersebut.

” Selama ini kami di Papua selatan ini adalah orang yang terlupakan, jadi kalau bapak sudah Gubernur Papua, maka kami minta bapak membangun ekonomi rakyat dan memberikan pemekaran Provinsi Papua Selatan,” tegasnya dalam rilis tim pemenangan Josua yang diterima PapuaSatu.com, Jumat (04/05/2018).

“Pemberian kami ini sebagai dukungan untuk pasangan Josua untuk memimpin Papua 5 tahun kedepan.  Jadi pada tanggal 27 Juni kami seluruh masyarakat Kabupaten Mappi memberikan suara 100 persen kepada bapak JWW-HMS.  Jadi kami sudah yakini bahwa JWW-HMS yang menjadi Gubernur Papua yang membawa pemekaran Provinsi Papua selatan,” tambahnya.

Sementara itu Paulus Sumagai mengatakan, permintaan masyarakat untuk pemakaran Papua Selatan adalah untuk mempercepat pembangunan, membuka keran ekonomi rakyat agar hasil-hasil pertanian bisa dijual keluar.

” Selamaini kita berjuang pemekaran tetapi tersangkut ditengah-tengah (provinsi), di pemerintah pusat sudah ok tetapi di provinsi tersangkut . Kalau tersangkut ditengah maka orang yang membuat tersangkut itu harus diputuskan dan kita ganti,” katanya.

Paulus berprinsip masyarakat tidak boleh hidup susah. ” Jangan bikin hidup susah. Pemerintah provinsi harus sejalan dengan pemerintah pusat. Jadi kalau presiden bilang A, maka pemerintah provinsi harus ikut A sampai kabupaten A, maka semua urusan lancar,” katanya.

” Jadi saya berharap kalau bapak terpilih jadi gubernur Papua, bapak jangan bikin susah bupati kami, karena kabupaten kami sangat tertinggal.   Papua selatan ini selalu anak tiri di provinsi Papua, ini fakta. Cuma untung pak Jokowi masih mau membantu kita di Papua selatan ini,” tambahnya. [Tim josua/abe]