Golkar Usulkan Dua Nama Calon Wakil Bupati Keerom

Ketua Partai Golkar Keerom Syahabuddin, SP

KEEROM, PapuaSatu.com – Ketua Partai Golkar Keerom Syahabuddin, SP mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Bupati Keerom terkait usulan calon wakil bupati.

Dua nama, yakni Herman Yoku dan Piter Gusbager direkomendasikan Partai Golkar untuk menduduki jabatan pergantian antar waktu Wakil Bupati Keerom.

“Iya sudah kita tindaklanjuti lewat pleno dan suratnya sudah kita kirimkan kepada Bupati Keerom. Intinya bagian Golkar sudah kita selesaikan,” ujar Syahabuddin saat ditemui seusai mengikuti kunker Kapolda Papua di Mapolres Keerom, Rabu (26/9/2018).

Disinggung soal keterlibatan Partai Keadian Sejahtera (PKS) kata Syahabuddin, surat yang dikirimkan kepada Bupati Keerom merupakan usulan Parta Golkar tanpa ada tandatangan dari Partai PKS.

“Itu dari Golkar, itu murni dari Golkar (tanpa ada PKS),” jelasnya.

Sedangkan komunikasi dengan PKS sendiri, tutur Ketua Partai Golkar Keerom ini tetap dilakukan dan terus berjalan hingga sekarang, namun perkembangan kedepan Golkar Keerom lebih menyerahkan kepada mekanisme dan prosedur yang ada.

Sementara itu Ketua PKS Keerom Bambang Mujiono ketika dikonfirmasi mengatakan, keputusan nama yang diusulkan PKS untuk menjadi wakil bupati antar waktu baru akan diambil pada Rapat Kerja Wilayah yang diagendakan digelar tanggal 29 September 2018.

“Tanggal 29 September kan ada Raker Wilayah dan mungkin dibicarakan di situ,” ujar Bambang ketika dihubungi via ponselnya, yang juga mengakui telah menerima surat dari Golkar terkait dua nama yang telah direkomendasikan.

Soal isu bahwa PKS akan mengajukan juga dua calon kepada Bupati, Bambang mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada tahapan tersebut.

“Belum ada tahapan sampai disitu, kalau ada pasti sudah berkembang siapa namanya. Bisa jadi kami juga ajukan calon yang sama dengan Golkar, tergantung komunikasi kedepan seperti apa,” jelas Bambang.

Bambang juga mengungkapkan hingga kini Partai PKS juga masih menunggu komunikasi dengan dua calon yang direkomendasi oleh Partai Golkar, termasuk berkas keduanya yang dibutuhkan untuk dibahas.

“Hingga kini belum ada komunikasi kandidat dengan kami. Kami juga belum menerima berkas dari kedua kandidat, padahal berkas itu penting, bagaimana kami bisa bahas kalau berkas saja tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM ketika dikonfirmasi mengenai surat yang dikirimkan Partai Golkar Keerom, tidak menjawab secara pasti apakah sudah menerima atau belum.

Namun menurutnya, urusan pengisian jabatan pergantian antar waktu Wakil Bupati Keerom diserahkan sepenuhnya kepada partai pengusung.

“Kewenangan di partai pengusung, Bapak tidak mau mencampuri,” jawab Bupati singkat membalas pesan WhatsApp yang dikirimkan PapuaSatu.com.[alf]