Josua Punya Cara Sendiri Untuk Membahagiakan Masyarakat Papua

429

Calon Gubernur Papua no urut 2 Jhon Wempi Wetipo (JWW). Foto : Arie Bagus/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Indeks kebahagiaan Provinsi Papua sangatlah rendah jika dibandingkan dengan 34 provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Presentase indeks kebahagian Provinsi Papua hanyalah 64.97%  nilai tersebut bahkan jauh dibawah Provinsi Papua Barat yang merupakan daerah pemekaran Papua yang presentase indeks kebahagiaannya mencapai 71.27%  dan Provinsi Maluku Utara sebagai daerah tertinggi Indeks Kebahagiaan di Indonesia yaitu 75,38%.

Dari data ini, Pasangan Calon Gubernur no urut 2, John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae (JOSUA), yang membawa selogan “Papua Cerdas” memiliki konsep pembangunan dalam rangka peningkatan Indeks Kebahagiaan Papua lima tahun kedepan.

Konsep untuk mencapai Kebahagiaan Papua yang lebih tinggi, Pasangan JOSUA akan melakukan perubahan melalui akses dan pemerataan pendidikan yang berkualitas, meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kerakyatan, membangun dan meningkatkan pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam yang berkualitas, lestari dan berkelanjutan, membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean govermance), serta efektif, demokratis dan terpercaya.

“Jadi, kami Pasangan JOSUA memiliki visi dan misi meliputi program pokok pembangunan yakni, Papua Pintar, Papua Sehat, Papua Berpendapatan Pasti, Infrastruktur yang memadai, Papua Damai, Papua Good and Clean Govermence dan Papua Mekar serta Pemberdayaan Pemerintah Distrik,” tegas Wempi Wetipo.

Dengan demikian, ungkap Wempi Wetipo, peningkatan Indeks Kebahagiaan Papua akan dapat di capai dalam massa lima tahun jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Menurut Wempi Wetipo ada sepuluh indicator untuk mencapai kebahagiaan di Papua, yakni pekerjaan, pendapatan rumah tangga, kondisi rumah dan aset, pendidikan, kesehatan, keharmonisan keluarga, hubungan sosial, ketersediaan waktu luang, keadaan lingkungan dan kondisi keamanan.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Papua, untuk pergi ke TPS dan menentukan pemimpin dengan cerdas, agar pembangunan Papua ke arah yang lebih baik, khususnya menjamin mayarakat untuk bahagia diatas tanahnya sendiri,” lugasnya. [abe]